Generasi “PUNK” yg mulai terbuang

Generasi “PUNK” yg mulai terbuang

Pada masa kini dengan adanya globalisasi, banyak sekali kebudayaan yang masuk ke Indonesia, sehingga tidak dipungkiri lagi muncul banyak sekali kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Kelompok-kelompok tersebut muncul dikarenakan adanya persamaan tujuan atau senasib dari masing-masing individu maka muncullah kelompok-kelompok sosial di dalam masyarakat. Kelompok-kelompok sosial yang dibentuk oleh kelompok anak muda yang pada mulanya hanya dari beberapa orang saja kemudian mulai berkembang menjadi suatu komunitas karena mereka merasa mempunyai satu tujuan dan ideologi yang sama.

Salah satu dari kelompok tersebut yang akan kita bahas adalah kelompok “Punk”, yang terlintas dalam benak kita bagaimana kelompok tersebut yaitu dengan dandanan ‘liar’ dan rambut dicat dengan potongan ke atas deng…an anting-anting. Mereka biasa berkumpul di beberapa titik keramaian pusat kota dan memiliki gaya dengan ciri khas sendiri. “Punk” hanya aliran tetapi jiwa dan kepribadian pengikutnya, akan kembali lagi ke masing-masing individu. Motto dari anak-anak “Punk” itu tersebut, Equality (persamaan hak) itulah yang membuat banyak remaja tertarik bergabung didalamnya. “Punk” sendiri lahir karena adanya persamaan terhadap jenis aliran musik “Punk” dan adanya gejala perasaan yang tidak puas dalam diri masing-masing sehingga mereka mengubah gaya hidup mereka dengan gaya hidup “Punk”..

“Punk” yang berkembang di Indonesia lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan. Dengan gaya hidup yang anarkis yang membuat mereka merasa mendapat kebebasan. Namun kenyataannya gaya hidup “Punk” ternyata membuat masyarakat resah dan sebagian lagi menganggap dari gaya hidup mereka yang mengarah ke barat-baratan. Sebenarnya, “Punk” juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan ”kita dapat melakukan sendiri”
Jumlah anak “Punk” di Indonesia memang tidak banyak, tapi ketika mereka turun ke jalanan, setiap mata tertarik untuk melirik gaya rambutnya yang Mohawk dengan warna-warna terang dan mencolok. Belum lagi atribut rantai yang tergantung di saku celana, sepatu boot, kaos hitam, jaket kulit penuh badge atau peniti, serta gelang berbahan kulit dan besi seperti paku yang terdapat di sekelilingnya yang menghiasi pergelangan tangannya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari busana mereka. Begitu juga dengan celana jeans super ketat yang dipadukan dengan baju lusuh, membuat image yang buruk terhadap anak “Punk” yang anti sosial.
Anak “Punk”, mereka kebanyakan di dalam masyarakat biasanya dianggap sebagai sampah masyarakat Tetapi yang sebenarnya, mereka sama dengan anak-anak lain yang ingin mencari kebebasan. Dengan gaya busana yang khas, simbol-simbol, dan tatacara hidup yang dicuri dari kelompok-kelompok kebudayaan lain yang lebih mapan, merupakan upaya membangun identitas berdasarkan simbol-simbol.
Gaya “Punk” merupakan hasil dari kebudayaan negara barat yang ternyata telah diterima dan diterapkan dalam kehidupan oleh sebagian anak-anak remaja di Indonesia, dan telah menyebabkan budaya nenek moyang terkikis dengan nilai-nilai yang negatif. Gaya hidup “Punk” mempunyai sisi negatif dari masyarakat karena tampilan anak “Punk” yang cenderung ‘menyeramkan’ seringkali dikaitkan dengan perilaku anarkis, brutal, bikin onar, dan bertindak sesuai keinginannya sendiri mengakibatkan pandangan masyarakat akan anak “Punk” adalah perusak, karena mereka bergaya mempunyai gaya yang aneh dan seringnya berkumpul di malam hari menimbulkan dugaan bahwa mereka mungkin juga suka mabuk-mabukan, sex bebas dan pengguna narkoba.


             Awalnya pembentukan komunitas “Punk” tersebut terdapat prinsip dan aturan yang dibuat dan tidak ada satu orangpun yang menjadi pemimpin karena prinsip mereka adalah kebersamaan atau persamaan hak diantara anggotanya. Dengan kata lain, “Punk” berusaha menyamakan status yang ada sehingga tidak ada yang bisa mengekang mereka. Sebenarnya anak “Punk” adalah bebas tetapi bertanggung jawab. Artinya mereka juga berani bertanggung jawab secara pribadi atas apa yang telah dilakukannya. Karena aliran dan gaya hidup yang dijalani para “Punkers” memang sangat aneh, maka pandangan miring dari masyarakat selalu ditujukan pada mereka. Padahal banyak diantara “Punkers” banyak yang mempunyai kepedulian sosial yang sangat tinggi.
Komunitas anak “Punk” mempunyai aturan sendiri yang menegaskan untuk tidak terlibat tawuran, tidak saja dalam segi musikalitas saja, tetapi juga pada aspek kehidupan lainnya. Dan juga komunitas anak “Punk” mempunyai landasan etika ”kita dapat melakukan sendiri”, beberapa komunitas “Punk” di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Komunitas tersebut membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian berkembang menjadi semacam toko kecil yang disebut distro. Tak hanya CD dan kaset, mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Produk yang dijual seluruhnya terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Kemudian hasil yang didapatkan dari penjualan tersebut, sebagian dipergunakan untuk membantu dalam bidang sosial, seperti membantu anak-anak panti asuhan meskipun mereka tidak mempunyai struktur organisasi yang jelas. Komunitas “Punk” yang lain yaitu distro merupakan implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja barang bermerk luar negeri.

Mari kaum muda kita rapatkan barisan tuk melawan kapitalisme.otoriter.pembodohan.penindasan.
Dan sistem-simtem yg merugikan kaum umat manusia d negri ini

Kehidupan Anak Punk Jalanan

Kehidupan Anak Punk Jalanan

2011
07.13

Watikam

Komunitas punk kini sudah biasa kita temui dihampir setiap kota di Indonesia, anak-anak punk yang rata-rata hidup dijalanan kini jumlahnya semakin banyak dan semakin meningkat.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

Tapi asal kalian tahu, disini saya akan mengugkapkan kehidupan PUNK yang di bilang sebagai sampah…..

Sebenarnya PUNK itu bukanlah sampah, melainkan sekumpulan orang yang mencari kesenangan tersendiri!

PUNK berasal dari sinkatan Public United Nothing Kingdom yang berarti sekumpulan anti peraturan kerajaan…..

Mereka itu sngatlah anti dengan peraturan kerajaan yang hanya bisa memaksa tanpa memikirkan penderitaannya rakyat. PUNK masuk ke negara tercinta kita (Indonesia) pada sekitar thn 1867-an yang hanya diplopori oleh original PUNK! Di negara kita, PUNK terbagi dalam 4 golongan.

1.Golongan PUNK original yang memang PUNK yang sebenarnya.

2.Golongan PUNK rock yang mengidentikkan dengan musik-musik ataupun band-band yang bergenere PUNK pula.

3. Golongan PUNK street yang berkebiasaan berkelana di jalanan dan mengarungi kehidupan dengan mengamen.

4.Golonan PUNK hitam yang menidentikkan dengan pakaian yang hitam-hitam.

Saya disini hanya mau mengugkapkan curahannya kehidupan anak PUNK street yang kelihatannya senang tapi padahal dalam hati menangis menderita! Kebanyakan dari PUNK street lari di jalanan di karenakan kurang perhatian dari ke-2 orang tuanya.Mereka memilih hidup dijalanan untuk mencari kesenangan tersendiri, dari pada bersedih-sedihan teruskan?

Dijalanan kami belajar akan pentingnya kebersamaan. Bagi kami(PUNK street) “luka mereka adalah luka kita juga!”, alasan itulah yang membuat kami menyatu dan sadar akan kebersamaan yang menyenangkan…..

Taukah kalian…….?

PUNK itu sebenarnya bukan SAMPAH! mereka masih memiliki kemampuan & bakat diri masing-masing…….

Seperti contohnya band-band yang bergenere PUNK sebut saja SID, NETRAL,KOBE, dsb itu adalah salah 1 bakat anak PUNK yang dapat di tonjolkan!

Sebenarnya masih banyak lagi band-band yang memiliki bakat lebih dari mereka, tapi orang-orang g’ mau peduli & hanya bisa menganggapnya  sebagai SAMPAH …..

Peryataan di samping ini menyatakan bahwa PUNK bisa beradaptasi di semua tempat & menempatkan diri di mana saja. Bukanberarti kami g’ akan mati lho! he2

Itu juga salah 1 dari keunggulan PUNK yang bisa menerima sesuatu dengan apa adanya. PUNK itu generasi anti anarki!

Cinta damai dan berdiri di atas semua golongan ….

 

Punk, Gaya Hidup Anak Jalanan

(Punk, Gaya Hidup Anak Jalanan)

Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin.

Di jalan, sering kita temukan pemandangan,segerombolan anak muda-bahkan bisa dikatakan remaja-mengenakan kaos hitam, berjaket lusuh, celana jin sobek, sepatu boots, bertato, ditindik dengan rambut gaya monhawk; mencukur tipis atau habis bagian kanan kiri rambut dan membiarkan bagian tengahnya tetap panjang. Bisa juga dengan model rambut deathhawk yang membiarkan sedikit rambut dekat telinga menjuntai ke bawah sehingga menimbulkan kesan lusuh, urakan dan seram.

Dandanan mereka terkadang dilengkapi dengan aksesori kalung salib terbalik atau logo naji-swastika. Sebagian mereka hidup secara liar, tidak memilikihunian yang tetap. Hidup mereka dari jalan ke jalan. Tidak sedikit ditemukan dari kalangan mereka terjerat narkoba, suka mabuk-mabukan dan memalak; meminta uang secara paksa kepada masyarakat. Jika mereka hendak berpergian atau beralih tempat, mereka cukup bergerombol menghentikan kenderaan bak terbuka lalu menumpanginya. Kesan di masyarakat, mereka adalah gerombolan anak muda yang hidup bebas tanpa aturan, semau gue. Masyarakat mengenal mereka sebagai gerombolan punk(baca : pang).

Punk tumbuh empat puluh tahun yang lalu. Berawal dari satu generasi di Amerika dan Inggris yang kemudian menyebar ke berbagai belahan bumi. Menurut Profane Existence, sebuah fanzine (publikasi internal)asal Amerika yang menyebutkan bahwa Indonesia dan Bulgaria adalah negara dengan tingkat perkembagan punk peringkat teratas di dunia.

Di Indonesia sendiri, punk masuk sekitar dekade 80-an melalui musik dan fesyen. Generasi punk mulai membiak seiring penampilan kelompok musik punk, sex pistol, yang banyak di gandrungi oleh kawula muda dan remaja. Mulailah budaya meniru menjalar. Beberapa anak muda Bandung menjiplak mentah-mentah budaya impor tersebut. Mereka tiru dandanan punk, seperti rambut gaya mohawk dan kelengkapan aksesori lainnya. Banyak anak muda terpincut punk, tentu tidak bisa lepas dari peran musik.

Sebagian orang menyangka bahwa musik adalah sarana untuk bersenang-senang semata. Sekedar pengisi waktu luang dan pengisi sepi. Kenyataannya, sangkaan mereka keliru. Melihat apa yang terjadi dari perkembangan generasi punk, musik memiliki peran yang teramat mendalam. Bahkan, bagi generasi punk, musik telah mampu menjadi perantara bagi perubahan haluan hidup mereka. Berawal dari menyukai musik, gaya hidup mereka berubah. Jiwa mereka berubah, orientasi hidup mereka berubah. Bahkan, gaya berpakaian, aksesoris, rambut, wajah, hingga srpatu semuanya berubah, itulah dampak musik.

Telah menjadi fakta, musik mampu mengubah suasana hati manusia. Kala musik melankolis mengalun, maka suasana hati orang akan teraduk, sedih dan pilu. Melalui musik, hati terasa tersayat. Kala nada musik bernuansa histeria menyeruak masuk ke dalam telinga, jiwa manusia menjadi meluap, emosi dan tidak terkendali, berjingkrak, berteriak, menangis, dan tertawa. Jeritan nan melengking terkadang menjadi ekspresi yang tiba-tiba, sontak terjadi. Sekonyong-konyong manusia menjadi histeris. Musik bisa mengjungkirbalikkan perasaan manusia. Begitu kuat musik bisa mempengaruhi manusia. Yang paling berbahaya, manakala melalui musik. Prinsip, akidah, ahklak dan bentuk prilaku manusia berubah. Jika hal ini terjadi, tujuan hidup manusia di dunia ini bisa berubah, Nas`alullah as-salamah(kita keselamatan kepada Allah Subhanahu wata`ala).

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :

Sungguh akan terjadi pada umatku, beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutra, minumam keras, dan musik.(H.R. Al-Bukhari no. 5590. Pembahasan musik secara rinci bisa dilihat di Asy-Syari`ah edisi 40).

Punk adalah prilaku yang lahir dari sifat melawan, tidak puas hati, marah, dan benci pada sesuatu yang tidak pada tempatnya(sosial, ekonomi, politik, budaya, bahkan agama), terutama tidakan yang menindas.()Punk, Ideologi yang disalahfahami,hal. 15).

Gaya hidup generasi punk adalah cerminan dari ketidakberdayaan menghadapi perubahan zaman, persaingan global, keadaan jiwa yang masih labil–karena mayoritas kelompok mereka masih remaja—dan tidak memiliki bekal ilmu yang cukup guna menghadapi situasi yang cepat berbubah, menjadikan mental mereka mudah terpuruk. Mereka hudup terombang-ambing penuh ketidakpastian. Mereka menjadi manusia frutasi yang menyerah kalah oleh keadaan.

Mska dari itu, tatkala ide punk bergulir, mereka seakan-akan mendapat wadah untuk mengekspresikan kekesalan jiwanya. Bosan melihat situasi rumah yang selalu hiruk pikuk dengan konflik dan ketidakharmonisan, mereka lantas lari dari rumah dan mencari situasi baru. Mereka berteman dan bergaul dengan orang-orang yang memiliki nasib yang sama, bosan dengan rumah, bosan dengan aturan yang mengikat, bosan dengan situasi yang tidak pernah berubah. Jadilah generasi punker, generasi yang tidak suka kemapanan, selalu berubah dan mengikuti arus zaman.

Mereka bisa bergaul bebas, lantaran tak memiliki prinsip dan pandangan hidup yang kokoh. Mereka suka menerobos norma yang ada, karena mereka tak memiliki figur yang pantas untuk membimbing mereka ke jalan yang benar. Kehampaan, kekecewaan demi kekecewaan, kegalauan demi kegalauan menumpuk, terakumulasi dalam jiwa yang akhir muaranya adalah hidup menjadi anak jalanan. Sebagian masyarakat melabeli mereka dengan “sampah masyarakat”. Mereka benar-benar terbuang dari kehidupan bermasyarakat yang sehat. Bagai seonggok sampah yang di buang karena sudah tidak berguna.

Oleh karena itu, menanamkan pemahaman Islam yang benar sangat dibenarkan. Meneguhkan prinsip Al-wala` wal bara`, spapa harus diikuti dan dijadikan teman seiring, siapa pula yang mesti dijauhi dan ditinggalkan serta tidak dijadikan teman seiring. Tanpa prinsip ini, seseorang akan menjadi manusia gaul, bebas bergumul dengan siapapun, tanpa menakar dengan syariat Allah subhana wa ta`ala. Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda : Perumpamaan teman yang dudukyang baik dan buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (seseorang yang duduk bersama)penjual minyak wangi bisa jadi engkau di beri minyak wangi olehnya, bisa jadi pula engkau akan membeli darinya, dan bisa pula engkau akan sekedar mendapatkan keharumannya. Adapun yang duduk bersama pandai besi, bisa jadi bajumu terbakar atau bisa pula dirimu mendapati bau yang tidak sedap darinya.(H.R. Al-Bukhari no. 5534 dan Muslim no.146).

Teman bergaul memberi warna pada sikap seseorang. Lebih dari itu, teman bergaul akan memengaruhi keadaan agama seseorang. Teman yang baik akan mengokohkan agama seseorang. Adapun teman yang buruk aklan menyusutkan nilai agama seseorang. Manakala seseorang bergaul bebas tanpa batas, akan runtuh bangunan agama yang ada padanya. Karena itu, berhati-hatilah memilih teman.

(keadaan)seseorang itu berada di atas agama(perangai)temannya, perhatikanlah siapa yang menjadi teman dekatnya.(H.R Abu Dawud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2395).

Dalam kondisi mental remeja yang masih labil dan proses pencarian pribadi. Maka saat menemukan sesuatu yang baru mereka terdorong untuk meniru budaya dan memiliki. Proses meniru budaya punk menjadi mudah terkristal. Terbentuklah sikap mental punk yang sangat asing di masyarakat muslimin. budaya meniru terhadap sesuatu yang tidak benar  dan tidak baik telah diingatkan Rasulullah Shallalllahu Alaihi wasallam :

Sungguh, kalian akan mengikuti jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta(sampai-sampai)seandainya mereka masuk ke dalam lubang dhab(sejenis biawak)pasti kalian akan mengikuti mereka. Kami berkata : wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?beliau Shallallahu alaihi wasallam : siapa lagi kalau bukan mereka.(H.R. Al-Bukhari no. 7319).

Di dalam Al-Quran, Allah Subhanahu Wa ta`ala berfirman :

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. al-Hadid  : 16).

Seorang muslim memiliki kepribadian tersendiri yang bersumber dari ajaran Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Tidak semua perubahan yang terjadi sekarang ini lantas boleh ditiru oleh setiap muslim, termasuk dalam hal ini adalah gaya hidup punk, gaya hidup anak jalanan sebagaimana yang diperlihatkan oleh para punkers dewasa ini. Gaya hidup hasil sebuah pergulatan sosial perkotaan. Apa yang terjadi dari sejarah kemunculan punk, ada beberapa sisi kesamaan dengan anak jalanan yang hidup di kota London.(dalam : Streetboys, kisah 7 anak jalanan, 2 bocah muslim+5 bocah kristen berjuang melawan kerasnya kehidupan, Tim Pritchard, penerbit Edelweiss).

Ketujuh anak laki-laki yang lahir dari keluarga broken home,terjerumus kepada kehidupan gelap kota London. Mereka membentuk geng jalanan. Dalam upaya mempertahankan hidup, mereka ter[asung mafia narkoba dan termakan sisi gelap premanisme. Pergaulan bebas telah mengarahkan tujuh bocah tadi ke dalam kehidupan keras dan kelam.

Di tengah kehidupan yang karut-marut, celah untuk terjerumus pergaulan bebas semakin menganga. Tidak hanya untuk kalangan remaja atapun pemuda, para orang tua pun tidak sedikit yang tersungkur dalam arena pergaulan bebas. Betapa banyak kehidupan rumah tangga yang telah bertahun-tahun lalu kandas di tengah jalan. Apa masalahnya? Ternyata sang suami selingkuh. Kesetian sang istri dikhianati. Karena suami main gila, berzina dengan wanita lain, tenta sang suami tak terima. Mahligai rumah tangga terkoyak. Bahtera itu pun terampas badai. Pupus sudah keharmonisan. Tersisalah kegetiran hidup yang mesti di tanggung. Akibat pergaulan bebas, banyak anak remaja menghadapi masa suram. Ketergantungan terhadap obat-obat terlarang menjadikan mereka rapuh, tidak mampu tegak menghadapi kenyataan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan terhadap obat-obat terlarang tersebut tidak sedikit yang lantas mengambil jalan pintas ; mencuri, merampas, atau merampok harta orang.semua ini dilakukan lantaran dirinya butuh dana untuk keperluan membeli obat-obat terlarang. Pergaulan bebas menyebabkan seseorang terjerat kemaksiatan demi kemaksiatan.

Akibat pergaulan bebas, praktik aborsi bagai jamur di musim hujan. Mengapa harus aborsi? Sebabnya adalah kehamilan yang tidak dikehendaki. Kehamilan akibat pergaulan bebas hingga terjadi perzinaan dan hamil. Untuk menutup malu, maka di ambil jalan pintas: aborsi! Na`alullah al-`afiyah(kita memohon keselamatan kepada Allah).

Melihat akibat pergaulan bebas yang demkian dahsyat, hati pun miris dan risau. Demikian buruk keadaan masyarakat. Semakin berkembang teknologi dan kehidupan sosial masyarakat, ternyata semakin membawa dampak yang tidak sederhana. Masalah semakin kompleks dan proses penyelesainnya pun tentu tak sederhana yang dibayangkan. Meskipun demikian, Islam membimbing setiap pribadi untuk menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka. Allah Subhanahu wa ta`ala berfirman :

006. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.   (at-Tahrim : 6).

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat. Apabila setiap keluarga dalam satu kampung baik, diharapkan bahwa kehidupan kampung itu pun akan baik. Inilah yang menjadi dambaan setiap insan. Untuk mewujudkan semua itu, bekal pemahaman Islam yang lurus., benar dan baik sangat dibutuhkan. Kata kuncinya, kembali kepada Islam sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Wallahu a`lam.

Sumber : majalah  Asy-Syari`ah vol. VII/no.76/1432 H/2011 hal. 16-20.

PUNK MOSLEM: Da’wah di Basis Underground

PUNK MOSLEM: Da’wah di Basis Underground

Jumat, 30 Mei 2008

Inilah fenomena baru: ngaji di kalangan anak Punk. Mereka mengidentitaskan pengajian komunitas underground itu dengan sebutan Punk Moslem.

Adalah Ahmad Zaki, menyisihkan waktunya untuk mengasuh anak-anak punk belajar membaca Al Qur’an. Zaki, menaruh harapan besar, generasi muda ini kelak menjadi agen perubahan untuk menularkan kebaikan kepada rekan-rekan sesama anak-anak punk.

Pergumulan Zaki dengan komunitas anak-anak punk bermula ketika ia ber¬gaul dengan ternan-ternan komunitas punk di kawasan Pulo Gadung, Rama¬dhan setahun yang lalu (2007). Ketika itu, Zaki menjadi Event Organigizer (EO) sebuah pertunjukan musik di sebuah kampus. Ia sering mengundang komunitas punk dalam kegiatan pertunjukan musik di mall-mall, kampus dan sekolah-sekolah.

Saat itulah Zaki mendapat tempat di hati anak-anak punk. Mereka sering bertanya, kapan ada job lagi, maksudnya agenda ngeband. “Mereka yakin, secara materi bisa mendapatkan sesuatu, sete¬lah saya menjadi marketing kelompok band mereka,” ujar Zaki mengenang.

Zaki yang aktif di Dompet Dhuafa (DD) rupanya telah mengamati perkemba¬ngan anak-anak punk yang acapkali nongkrong di jalan-jalan ini. Meski Zaki bukan anak jalanan, ia merasa terpanggil untuk berdakwah di komunitas anak¬anak punk. “Dulu, saya pernah bandel. Setidak-tidaknya, saya tahu kehidupan mereka,” ungkapnya.

Di komunitas band underground itulah, Zaki bertemu dengan (aIm) Budi Khaironi, orang yang paling disegani di komunitas punk tersebut. Sebelum meninggal akibat kecelakan motor (Maret 2007), Zaki teringat kata-kata yang pernah diucap¬kan pimpinan komunitas punk itu: “Bang Zaki, tolong bimbing teman-teman kami (secara spiritual).”

Lalu siapa sesungguhnya Budi Khae¬roni (32)? Dia adalah anak jalanan jebolan pesantren yang terjun ke jalan. Selain ngeband dan mengamen, Budi pernah menjadi Ketua Panji (Persaudaaran Anak Jalanan Indonesia).

Perlu diketahui, setiap wilayah di in¬donesia, mereka punya persaudaraan, komunitasnya sekitar 5000-an, rata-rata muslim. Jika ada teman-teman yang ter¬jaring trantib, Budi-lah yang mengurus untuk membebaskan rekannya itu. Di usia muda, tepatnya 23 Mei 2007 lalu, Budi meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, meskipun sempat dirawat selama tiga hari di RS. UKI.

Komunitas Punk Moslem rupanya mulai banyak jaringannya. “Kalau ikut komunitas mereka di Tangerang, shalat Jumat, misalnya, khotibnya pun dari komunitas mereka sendiri, gayanya metal abis. Termasuk jamaahnya. Me¬mang, nggak semuanya punk, alirannya beragam, ada yang beraliran regge, altematif, rap, dan aliran musik lainnya,” kata Zaki.

Temyata Budi tidak sendiri. Ada se¬orang rekan yang memiliki misi sama untuk mengisi ladang dakwah ini di tengah komunitas anak punk. Ia adalah Bowo, anak kiai jebolan pesantren yang juga habis waktunya di jalan. Sejak itulah, Zaki merasa mendapat dukungan penuh.

“Kalau bukan’ kita siapa lagi yang akan berdakwah di kalangan anak jalanan. Kalau mau dakwah di komunitas anak jalanan, elu harus main di jalanan. Jika berdakwah di komunitas punk, elu tidak bisa pake baju koko, yang menun¬jukan kesalehan,” begitu Bowo pemah berujar.

Sebagai generasi punk yang tobat, Budi dan Bowo merasa prihatin dan gerah melihat teman-teman yang menga¬lami disorientasi dalam hidupnya.

“Kini banyak bermunculan generasi punk yang tidak jelas, apakah punk ideologis atau punk modis. Kalau tahun 1994, banyak punk ideologis. Mereka benar-benar punk. Sekarang sekadar punk mode,” kata Zaki.

Keprihatinan itulah yang mendorong Zaki, Budi. dan Bowo menarik anak-anak punk yang sudah bosan dengan jalan hidupnya. Ngeband dan mengaji adalah kultur baru yang hendak ditularkan ke generasi punk. Mereka menyebut iden¬ titas kelompoknya dengan sebutan Punk Moeslem. Saat ngeband, syairnya pun bernuansakan Islami. Ketika Islam men¬jadi basic, mereka mulai malu saat berbuat maksiat.

Punk Moslem lahir karena kepriha¬tinan seorang Budi (alm), akan kondisi pemuda yang berada di komunitas punk, hidup tanpa orientasi (anti kemapanan) dan meninggalkan agamanya. Punk Moslem itu didirikan sejak Ramadhan 1427 H (2007). Sebelum berdiri Punk Moslem, Budi sempat mendirikan Wa¬rung Udix Band yang berdiri 7 tahun yang lalu dan sempat mengeluarkan album indielabel “Anak Bayangan”. Di Warung Udix, ia merekrut anak-anak punk dan mengajarkan pendidikan Islam.

“Kalau orang bangga dengan kemus¬rikan dan dosa-dosa yang mereka laku¬kan, tapi punk moslem bangga dengan agama mereka (Islam). Biar mereka anak jalanan, brutal, tapi anak-anak punk moslem tetap punya Tuhan. Ketika ternan-teman menamakan dirinya punk muslim, ada sebagian komunitas yang menolak punk muslim secara tegas. Mereka berkilah, tidak ada tuh anak punk yang punya tuhan atau ideologis.”

Setelah ngeband, anak-anak punk merasa ada sesuatu yang kosong. Sejak 4-5 bulan yang lalu, dibuatlah pengajian rutin. Setiap malam Jumat, diadakan taklim, bentuknya seperti mentoring. Sedangkan Selasa malam, belajar tah¬sin. Mulanya hanya lima anak yang ngaji, kemudian berkembang menjadi 20 orang, laki-Iaki dan perempuan. Kini, ngaji bagi mereka adalah sebuah kebu¬tuhan.

Awalnya mereka ada yang atheis. Sampai-sampai ada yang guyon, ah..gue mau masuk Islam atau Kristen dulu. Karena bagi mereka, agama bukanlah sesuatu yang sakral. Kalau pas ngamen cuma dapat Rp. 300, diantara mereka ada yang teriak: “Allah Maha Pelit”. SeteIah dibina, anak itu meyakini Allah itu tidak pelit.

“Ketika anak-anak punk sudah menganggap ngaji sebagai kebutuhan, mereka mengirim pesan singkat (sms), malam ini ngaji nggak? Yang jelas, saya tidak ingin mereka merasa sedang diarahkan untuk masuk sebuah pergerakan atau kelompok harakah tertentu. Saat ini, pengajian kami memang belum ada namanya. Paling-paling, teman-teman menyebut penga jian ini pengajiannya punk moslem.”

Zaki menargetkan untuk lebih fokus membina 20 anak yang rutin mengaji. Suatu ketika, mereka akan merekrut rekan-rekannya sendiri. Syukur-syukur jaringan ini bisa menyebar lagi. Rencananya, awal Juni ini Zaki akan mengadakan daurah (pelatihan) di puncak. Dari 20 anak yang mengaji, separuhnya sudah ada yang lancar membaca al Quran.

Meski Zaki bekerja di sebuah lembaga sosial (DD), ia tak diminta untuk berdakwah atas nama institusinnya. Secara pribadi, Zaki merasa terpanggil. Tak sia-sia, hasil dari dakwah itu, tidak sedikit anak-anak punk yang hijrah dan mulai pandai mengaji. Sebut saja, Lutfi yang meninggalkan dunia obat dan minuman keras. “Harapan saya ke depan, mereka dapat menjadi agen perubahan bagi teman-teman yang lain,” jelas Zaki.

Bukan rahasia umum, anak jalanan kerap dianggap tidak produktif, bahkan dicap sampah masyarakat. Orang kalau berdakwah di masjid itu biasa. Tapi bagaimana jika berdakwah di komunitas anak-anak punk?

Zaki, Budi, dan Bowo adalah segelintir yang mengambil pilihan itu. [Adhes Satria-SABILI]

Wabah Punk pada generasi muda

Kilungga

(Arrahmah.com) – Pasca Reformasi 1998, arus informasi mengalir deras memasuki Indonesia. Kebebasan berpendapat dan berekspresi ibarat kran yang dibuka lebar, tumpah ruah menyelimuti kehidupan masyarakat Indonesia kekinian.

Situasi ini sangat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menjajakan ideology dan pemikirannya yang selama ini tidak mendapat ruang dikehidupan bermasyarakat. Tak terkecuali, Sub-culture Punk-isme yang mencoba hidup dan menyebarkan ideologynya.

Sebelum kita menakar bahaya culture punk ini bagi aqidah dan akhlak kau muda islam, perlu rasanya kita mengetahui sejarah lahirnya punk ini.

Sejarah Punk

Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Punk sempat dikenal sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang mencitrakan buruk punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

Gaya hidup dan Ideologi

Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyeleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata “ideas” dan “logos” yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek “jor-joran” yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

Punk dan Anarkisme

Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.

Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Sedangkan, menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.

Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.

Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka.  Etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).

Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.

Komunitas yang satu ini memang sangat berbeda sendiri dibandingkan dengan komunitas pada umumnya. Banyak orang yang menilai bahwa komunitas yang satu ini termasuk salah satu komuitas yang urakan, berandalan dan sebagainya. Punk sendiri terbagi menjadi beberapa komunitas-komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri, terkadang antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain juga sering terlibat masalah.

Menyoal Punk

Pola hidup Do It yourself yang dikembangkan mereka tidak lepas dari ideology anarkisme yang mereka anut. Anarkisme jika kita bedah lebih mendalam lahir dari sosialisme utopis dan materialisme. Faham Materialisme meyakini bahwa asal usul dan substansi kehidupan berasal dari materi, yang berimplikasi tidak ada ruang bagi tuhan dalam keyakinan mereka tentang penciptaan karena semua berasal dari materi, dan mereka merasa sulit memahami konsep tuhan melalui cara berfikir materialism mereka .Dalam pengaturan kehidupan dunia tuhanpun dianggap tidak ada, oleh karena itu mereka meyakini bahwa segala titik persoalan tergantung bagaimana mereka merespon dan bersikap.

Penolakan terhadap eksistensi Ilah atau atheisme ini, menyebabkan mereka bersikap antropocentris yaitu sikap segala sesuatu diukur dalam sudut pandang manusia dan berfaham Ibahiyah(permisifisme/serba boleh) mereka sangat memuja kebebasan.

Oleh karena itu, segala norma dan etika serta agama dianggap sampah oleh mereka, yang merasa nilai-nilai mapan diciptakan oleh kaum borjuasi untuk membenarkan penindasan mereka. Pada dasarnya, Dalam hal melihat materialisme dan konsep Negara kaum anarkis tidak berbeda dengan kaum marxis. Kedua-duanya melihat bahwa negara sebagai alat represif dan menindas, maka dari itu Michael Bakunin sebagai tokoh anarkisme dapat duduk bersama dengan kaum marxis dalam pertemuan internasionale ke-1—yang akhirnya dia menolak komunisme karena dianggap masih membuat Negara terlebih dahulu dalam tahapan perjuangannya.

Dalam posisi seperti ini, anarki-punk sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam, dan kehidupan bernegara seperti Indonesia yang masih mengakui eksistensi agama dan norma-norma serta moral.

Walaupun tidak semua pemuda dan remaja muslim yang ikut-ikutan komunitas punk menolak eksistensi tuhan dan agama. Akan, tetapi keyakinan mereka tentang kebebasan utopis hampir merata.

Islam sendiri sangat menentang keras, kondisi anarki(masyarakat tanpa system/ kepemimpinan),Justru Islam sangat menekankan system masyarakat sosial yang terpimpin(Imamah) sebagai upaya Islam membentuk masyarakat madani yang teratur dan beradab, terlebih lagi menolak eksistensi Allah, sudah menjadi musuh utama yang akan diperangi oleh Islam.

Pada saat ini, kondisi sebagian pemuda kita sungguh mengenaskan. Banyak diantara mereka yang membebek atau ikut-ikutan trend menjadi anak Punk. Kesertaan mereka menjadi bagian dari para punkers dapat menciptakan lost generation atau generasi yang hilang. Karena, keyakinan dan aktivitas punk cenderung menihilkan kehidupan yang normal dan melarikan diri kedalam aktivitas musik dan kehidupan jalanan, akan membuat generasi muda tidak bermutu dan tidak jelas masa depannya.

Bayangkan, jika semua anak muda hidup seperti mereka, berdandan ala mereka dan hanya kenal bermain musik serta sangat gemar mabuk-mabukan, menjalankan free-seks yang tidak lazim—mereka sering menganggap pasangan seks sebagai hak milik bersama komunitas— dan tidak mau hidup didalam aturan, mereka akn menjadi monster dalam kehidupan kita.

Ini menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan bagi para da’i dan aktivis dakwah, yang harus mengajak mereka kembali kepada fitrah dan mengenalkan keluhuran ajaran Islam. Serta,melepaskan diri mereka dari racun anarkisme dan materialism yang memabukkan. Kita harus mampu menanamkan nilai tauhid kembali kepada generasi muda kita agar mereka tidak mudah membebek dan bertasyabbuh kepada ideology-ideologi batil yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Maka sudah tepatlah, tindakan ulama dan wilayatul Hisbah (Polisi Syari’at) pemerintahan provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang merazia anak-anak Punk dan berusaha membina mereka kembali kepada kehidupan normal. Karena keberadaan mereka sangat bertentangan dengan cita-cita penegakkan syari’at Islam di Aceh, sikap mereka yang tidak mau diatur dan cenderung memberontak pada nilai-nilai mapan, telah menghina syari’at islam itu sendiri. Oleh karena itu, seua pihak harus terlibat menaggulangi wabah punk-isme ini, dan Umat tidak boleh kalah oleh jargon-jargon kebebasan para pembela ideology kufur di negeri ini.

Mengingat, pada dasarnya ideology dan faham materialism adalah hasil dari ghozwul fikri(perang pemikiran) yang dikembangkan freemasonry melalui kader-kadernya seperti Marx dan Bakunin. Sebagai upaya freemasonry menghancurkan agama-agama di dunia. Serta suatu upaya mereka memuluskan rencana mereka  The New world Order atau tatanan dunia baru yang bebas dari agama.

Hal itu bisa dibuktikan, dengan kedekatan tujuan kaum marxis dan anarki yang menginginkan terciptanya masyarakat tanpa kelas secara Internasional, dan sering mendengungkan slogan ‘satu bumi tanpa penindasan’ yang sangat mirip dengan jargon-jargon kaum freemason tentang pemerintahan satu dunia.

Dan Insya Allah hal ini utopis, karena kita meyakini tidak akan pernah ada pemerintahan kufur kembali setelah masa mulkan Jabbariyan yang sedang berlangsung dan berada pada puncaknya, maka hanya akan ada satu pemerintahan lagi di muka bumi ini  yang membawa keadilan yaitu, Khilafah ala Minhajin Nubuwwah. Semoga !

Wallahu a’lam bishshowab

(Bilal/arrahmah.com)

Pengkhianat Cinta 100% Watikam

Hidupku hari ini terasa begitu berat, terlalu berat sampai aku nyaris kehilangan akal sehatku. Ingin mengakhiri hidup ini, akal sehatku masih ingat akan dosa, ingat akan kedua anakku, ingat akan keluargaku yang begitu aku cintai. Perasaan cinta dan sayang yang selama ini aku jalani hancur oleh perasaan ingin kaya, ingin punya segalanya tanpa harus bekerja keras, ( mekangkang dapat uang.)

Tega mengkhianati cinta dan sayang hanya karena uang, mengkorbankan perasaan cinta dan sayang demi kesenangan sendiri, tanpa memikirkan akibat perbuatan yang dilakukan. Penyesalan memang datang belakangan setelah apa yang terjadi mengalami kebuntuan tanpa jalan keluar.

Akhirnya meminta maaf dianggap jalan satu-satunya untuk menyelesaikan masalah, berharap semuanya berakhir, berharap semuanya berjalan seperti sediakala. Orang yang punya pemikiran seperti itu biasanya orang yang senang mengganggap remeh orang lain, dan buruknya orang seperti itu susah sekali berubah. Karena permintaan maaf dianggap senjata paling ampuh.

BUKAN…..suatu kesalahan besar apabila itu yang ada dipikiran. Jika ingin semuanya berjalan seperti sediakala, RUBAH pemikiran seperti itu. Memang…merubah pemikiran dan perbuatan yang sebelumnya sering atau bahkan sudah mendarah daging yang dilakukan akan sangat sulit, bahkan MUSTAHIL.

Apabila itu dapat dilakukan, berarti orang itu hebat, benar-benar menyesal, benar-benar ingin mengharap maaf atas kesalahan yang dilakukan sebelumnya, patut di acungi jempol ( kalau perlu empat jempol ). Tapi dijaman sekarang, yang menTUHANkan uang, yang mengganggap uang adalah segalanya, sangat sulit ditemukan, apabila ada paling 1 banding 1.000.000 orang.

Lama-lama, senut-senut dikepalaku makin kenceng , sepertinya aku tak akan kuat menahan beban yang begitu berat. Katanya TUHAN tidak akan memberi ujian berat melebihi kemampuan umatNya. Tapi kenyataan ujian ini terlalu berat, mungkin memang sudah takdir, setelah apa yang kualami selama ini, diDzolimi saudara kandung, dan sekarang dikhianati oang yang selama ini sangat aku cinta dan aku sayang sampai ajal menjemput

Mungkin aku ditakdirka tidak boleh mencintai seseorang sampai ajal menjemput, ajal belum menjemput, cinta dan sayangku sudah dinodai oleh orang yang aku cintai……

TUHAAAAAAN……..kuatkan iman hambamu ini, tabahkan, tegarkan iman keluargaku yang tercoreng oleh rupiah, harta. Bukalah mata hatinya, arahkan kejalan yang ENGKAU ridhoi, kuatka hati keluargaku dalam menghadapi ujian yang ENGKAU berikan, lapangkan dada keluargaku untuk menerima semua rahmat dan karuniamu.
.
Harisudah berganti, tapi hidup terasa makin berat. Aku harus bagaimana. Sebagai seorang suami juga sebagai ayah dari kedua anakku, aku harus mengambil keputusan yang bijak, yang terbaik bagi keluargaku walau harus kukorbankan perasaan bahkan nyawa akupun rela

Untuk keluargaku, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila selama ini aku punya salah yang disengaja atau tidak. Doakan aku, semoga aku berada dijalan yang di ridhoi Nya. Doaku menyertaimu selalu dan semoga bahagia selalu.

Untuk istriku yang tercinta, kalau masih ingin mengharap maaf dariku, rubah sifat dan perilaku kamu. Tapi kalau masih menduakan aku, dengan terpaksa aku harus pergi walau berat hati ini meninggalkan kalian bertiga.

Hari ketiga, beban yang begitu berat terasa bertambah berat, sepertinya tidak akan bisa hilang, aku sudah berusaha semampuku tetap saja masih berat. Aku sudah tidak kuat lagi, badan ini terasa tanpa tulang, tidak kuat untuk melakukan aktifitas

Keinginana untuk pergi bertambah begitu kuat, tapi hati kecilku masi ingin bersama keluargaku. Ini yang membuat aku masih blum pergi.hidup seperti sudah tiada arti lagi bagiku.

Ya TUHAN…YA ROBBI berilah kekuatan pada hambamu yang penuh dosa, berilah jalan yang terang, ampuni dosa kami

Pamit ( Selamat Tinggal )
ijinkan aku pergi
apa lagi yang engkau tangisi
semogalah penggantiku
dapat lebih mengerti hatimu
memang berat kurasa
meninggalkan kasih yang kucinta
namun bagaimana lagi
semuanya harus kujalani
selamat tinggal
kudoakan kau selalu bahagia
hanya pesanku
jangan lupa kirimkan kabarmu
bila suatu hari
dia membuat kecewa di hati
batin ini takkan rela
mendengarmu hidup menderita
sayang, walau kebersamaan kita hanya sesaat
namun kau tetap bagian dari jiwaku
kuiringi kepergianku dengan ikhlas hati
semoga kelak kita dapat bersatu lagi

Hati Yang Terluka
Kan Kucari Jalan Yang Sunyi
Untuk Menghindar Diri Darimu
Kuberjanji Di Dalam Hati
Takkan Lagi ku Menjumpaimu
Di Tengahnya Kabut Bermandi Embun Pagi
Dingin Membuat Hatiku Membeku
Kau Yang Telah Membuat Luka Di Hatiku
Kau Yang Telah Membuat Janji-janji Palsu
Kau Yang Selama ini aku SaYangi
Kau Merubah Cintaku Jadi Benci
Di Tengahnya Kabut Bermandi Embun Pagi
Dingin Membuat Hatiku Membeku
Kau Yang Telah Membuat Luka Di Hatiku
Kau Yang Telah Membuat Janji-janji Palsu
Kau Yang Selama ini aku SaYangi
Kau Merubah Cintaku Jadi Benci

Kekesal ! Untuk Apa Kita Bertemu 09-09-2009

The Watikam

Antara Benci Dan Rindu

saat ku ingin melihat senyumanmu
saat itu aq tak dapat melihatnya
saat aq merindukanmu
saat itu jg aq tak tau bagaimana perasaanmu padaq
aq merindukanmu
sangat…
sangat merindukanmu

hari ini aq sadar
aq sangat mencintaimu
tapi hari ini aq jg sadar
mungkin sudah tak ada aq d hatimu

Penyesalan 09-09-2009

B.M.Kilungga

Generasi Penerus Anak Watikam

hatiku kini gundah gulana terkena duka nestapa
dlm dada batin berkata ap ini karna cinta
kepiluanku tak dapat aku lukiskan
kesedihanku tak dapat aku gambarkan
takdir apa hukum karma yang menimpa
aku hanya pasrah dan iklas saja
gelap, kelam masa laluku
membuat ku menangis tersedu
hari demi hari aku melangkah sendiri
tak ada teman maupun kawan menemani
hati berkabut tebal di gulung awan hitam
batin menangis hancur lebur tak tersenyum
magligai cinta yang ku lukis di hati
dg harapan kebahagian dalam dada
pupus sudah tinggal kenangan
tak sanggup ku timang sampai ke impian
aku terpuruk di sudut hati yang tersisa
harapan bahagia telah tiada
orang yang ku cinta telah berlalu
tinggalkan luka sembilu
kenangan tinggal kenangan
harapan tinggal harapan
impian tak kan jadi kenyataan
musnah sudah tak tersisa
ke egoisanku membuat aku sakit
keras kepalanya diriku membuat aku terluka
tak yakinnya diriku aku terjerumus
tak percayanya diriku membuat aku menangis
tuhan!!!
adakah rahasia di balik derita
tuhan!!!
adakah bahagia di balik duka lara
tuhan!!!
adakah keutuhan di balik kehancuran
tuhan!!!
adakah senyuman di balik tangisan

Apa Artinya 09-09-2009 ???

Papa Rysta Rebecha Kilungga

Kau bilang kau akan selalu ada untukku
Mana buktinya?
Kau hanya menemaniku dengan kata kata
Yang sampai sekarang
Hampir tidak terbukti kebenarannya.

Kau bilang kau mengerti aku
Apa benar begitu?
Kau selalu melakukan sesuatu
Yang menurutmu benar,
Tanpa peduli perasaanku.

Kau bilang kau peduli padaku
Apa pedulimu padaku?
Jika kau peduli padaku,
Mengapa kau selalu tinggalkan aku sendiri

Kau bilang kau ingin yang terbaik untukku
Yang terbaik untukku itu apa?
Kau saja tidak tahu apa yang kuinginkan.
Bagaimana mungkin kau tahu apa yang terbaik untukku?
Yang terbaik untukmu, mungkin saja.

Kau bilang kau merana oleh tingkah laku ku
Karena aku bersikap seolah tidak peduli.
Apa kamu tidak melihat
Apa yang telah kamu perbuat padaku?
Dan betapa sakit hatiku karena perbuatanmu?

Kau bilang aku butuh istirahat dan sebagainya
Karena dengan itu kau bisa mengusirku menjauh darimu.
Tidakkah kau melihat perasaanku?
Bagaimana perasaanmu bila kau diusir seseorang?
Tidak sakitkah hatimu jika diperlakukan seperti itu?

Kau bilang kau tidak ingin aku repot,
Dan kau selalu menolakku dengan alasan tersebut.
Kau harus tahu bahwa,
Seseorang yang menawarkan sesuatu itu
Tidak merasa direpotkan sama sekali!

Sehina itukah diriku?
Untuk lebih dekat denganmu saja,
Selalu kau tolak dan usir diriku.
Kenapa tidak kau tolak saja aku
Ketika aku menyatakan cintaku padamu?
Sehingga aku tidak merasa sedemikian sakit
Karena sikap dan perbuatanmu padaku sekarang ini.

Apa bedanya Orang Kaya dengan Orang Miskin?

December 12, 2008 By: watikam Category: sharing motivasi & Inspirasi

Ini sekedar sharing saja, apa bedanya Orang kaya dengan Orang miskin? Saya pernah mempertanyakan ini di sebuah seminar bisnis yang saya isi di Malang. Ada yang bilang, bahwa orang kaya punya aset, orang miskin tidak punya aset. Ya, betul juga jawaban itu. Orang kaya punya aset, aset mereka yang menghasilkan uang. Orang miskin tidak punya aset, mereka yang kerja cari uang. Sebetulnya, orang miskin pun punya aset, setiap orang punya aset.. Mau tau? Silahkan baca lanjut..

Kalau dibilang orang kaya punya aset, orang miskin tidak punya aset, betul juga. Kalau pengertian aset di sini adalah aset bisnis. Nah, ada satu lagi pengertian aset, yaitu aset intelektual, ini sering terlupakan. Padahal semua aset bisnis, aset benda, aset harta, berawal dari aset intelektual ini. Orang baik kaya atau miskin punya aset intelektual ini, yaitu pola pikir atau mindset. Ayo, siapa yang gak punya otak? coba! Semua pasti punya, namun ada yang punya otak, tapi gak pake otak ,atau otaknya gak terpake. Ini sindiran buat orang kita, orang Indonesia, sering dibilang bahwa otak orang Indonesia itu lebih mahal dari otak orang Jepang atau Barat. Kenapa? Karena jarang dipake. hehe..Padahal orang kita suka makan otak-otak, harusnya tambah pintar, ya gak?:-) haha..

Nah, kembali ke mindset. Mindset inilah aset intelektual, aset terbesar yang setiap orang punya. Mindset bisa dibentuk, bisa juga diwariskan. Orang tua punya mindset tertentu, terkadang tanpa sadar mewariskan mindsetnya kepada anaknya. Seperti yang pernah saya postingkan tentang

obrolan rahasia dengan Om Ciputra. Mindset ini pula yang membuat

yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Nah, kalo saya nulis kalimat yang barusan pun, yang ini ” yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” dan anda mempercayai tulisan ini, maka hal ini pun menjadi mindset bagi anda. Jadi kita tulis saja “yang kaya makin kaya, yang miskin jadi kaya”. hehe..

Jadi, semua orang, tanpa terkecuali, baik yang lahir telanjang, ataupun yang lahir pake baju (emang ada), baik yang sipit atau yang belok matanya, baik yang cakep seperti saya atau yang jelek seperti anda (haha… kalo anda percaya anda jelek, ya mindset lah buat anda;-) saya yakin kalo saya cakep, hehe… buat mindset saya:-)). Semua orang punya aset : aset intelektual, yang kalau dimanfaatkan akan bisa mengubah 100% kehidupan anda, 180 derajat kehidupan anda..

Hati-hati dengan materi di dalam blog ini, karena akan bisa mengubah mindset anda. Jadi jangan langsung percaya materi apapun dalam blog ini, jangan terima mentah-mentah apalagi masak. Saya lagi menulis buku tentang mindset.

The Black Sweet

The Black Sweet